Tinggalkan sejenak segala aktifitas barang 10 menit untuk menjalankan sholat dhuha, selagi kita masih mampu melakukannya. Karena semua aktifitas tidak akan ada habis2nya, sebelum ajal menjemput kita.
Ayo lakukan sekarang ? karena besok belum tentu masih ada dan belum tentu bisa lakukannya.
Apa itu Shalat Dhuha ?Adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu untuk melakukan sholat Dhuhur. Adapun hukum dari sholat dhuha adalah muakkad (yang ditekankan).Sholat dhuha biasanya dilakukan sebanyak 2 rakaat, namun bisa juga dilakukan 2 rakaat lagi, 2 rakaat lagi dan 2 rakaat lagi, hingga berjumlah 8 rakaat. Sholat Dhuha selalu dilaksanakan Rasulallah selama hidupnya. "Telah berkata Abu Huraerah : Kekasih saya (Nabi Muhammad SAW) telah berwasiat tiga perkara kepada saya, yaitu : Puasa tiga hari tiap-tiap bulan, sembahyang Dhuha dua rakaat, sembahyang witir sebelum tidur" (HR. Bukhari Muslim)
Sedangkan surah yang disunahkan untuk di baca adalah surah Al-Dhuha, al-Syams. Namun apabila tidak hafal dengan surah itu bisa digantikan dengan surah al Kafirun dan al-Ikhlas atau surah yang lainnya.
Mengapa surah al-Ikhlas ? Karena dengan membaca surah al-Ikhlas setara dengan membaca sepertiga Al-Quran dan dengan membaca surah Al -Kafirun setara dengan membaca seperempat al-Quran.Shalat Dhuha merupakan keistimewaan yang luar biasa, sebab manusia akan merasa berat bahkan akan merasakan terlalu berat, karena disaat-saat yang tanggung untuk berangkat kerja, sedang kerja untuk meluangkan sedikit waktu melaksanakannya. Mengapa berat ? Karena belum terbiasa dan belum tahu keistimewaannya. Jadikan kebiasan maka tidak akan merasakan berat, jadikan itu kebutuhan, karena kalau kebutuhan belum terpenuhi kita kan merasa selalu ada yang kurang.
Keutamaan shalat dhuha dalam pahalanya memadai buat mensucikan seluruh anggota tubuh (setiap sendi) yang ada padanya ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya. Pada tiap-tiap persendian itu ada shodaqahnya, setiap tasbih (subhanallah/maha suci Allah) adalah shadaqah, setiap tahmid (Alhamdulillah/segala puji bagi Allah) adalah shadaqah, setiap tahlil (laa ilaha illallahu/tiada Tuhan selain Allah) adalah shadaqah, setiap takbir (Allahu Akbar/Allah Maha Besar) adalah shadaqah dan setiap amal ma'ruf nahyil munkar itu juga shadaqah.Keistimewaan lain Allah bakal menjamin dan mencukupkan segalanya dalam limpahan barakah sepanjang hari itu, sehingga bathinpun akan terasa damai, walaupun tantangan hidup di hadapannya, karena ia telah sadar semua itu adalah ketetapan Allah.Pada doa setelah shalat Dhuha, nada-nada yang kita ucapkan seolah-olah memaksa untuk diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW :"Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha (milik)-Mu, kecantikan ialah kecantikan (milik)-Mu, keindahan itu keindahan (milik)-Mu, kekuatan itu kekuatan (milik)-Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik)-Mu dan perlindungan itu perlindungan-Mu.
Ya Allah, jika rizkiku masih diatas langit, turunkanlah, dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang shaleh."
Itulah keistimewaan shalat Dhuha, didunia memberikan keberkahan hidup kepada pelakunya, diakheratpun/di hari kiamat orang itu dipanggil Tuhan untuk dimasukkan ke dalam surga, sebagaimana sabda Nya di dalam hadis Qudsi:
"Sesungguhnya di dalam surga, ada pintu yang dinamakan pintu Dhuha, maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah), dimanakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas Ku dengan sembahyang Dhuha ? Inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam surga dengan rahmat Allah". (Riwayat Thabrani dari Abu Hurairah).
Dengan demikian dari sekarang sholat dhuha jangan sampai terlewatkan, mudah2an bermanfaat. Amin.
Saturday, May 4, 2013
Sekilas Tentang Shalat Dhuha
Posted By:
ViralCollection
on May 04, 2013
- Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : " Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya " ( HR.Hakim dan Thabrani ).Cara Melaksakan Shalat Dhuha :Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dilakukan secara Munfarid ( tidak berjamaah ), caranya sebagai berikut:> Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
- > "Aku niat shalat sunah Dhuha karena Allah"
- > Membaca doa Iftitah
- > Membaca surat al Fatihah
- > Membaca satu surat didalam Alquran.Afdholnya rakaat pertama surat Asysyams dan rakaat kedua surat Allail
- > Ruku' dan membaca tasbih tiga kali
- > I'tidal dan membaca bacaanya
- > Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
- > Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
- > Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
- > Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas
Keutamaan Shalat Tahajud
Posted By:
ViralCollection
on May 04, 2013
Keutamaan Shalat Tahajud
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
(Bahan (materi) di ambil dari buku “RAHASIA SHALAT SUNNAT” (Bimbingan Lengkap dan Praktis)
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
(Bahan (materi) di ambil dari buku “RAHASIA SHALAT SUNNAT” (Bimbingan Lengkap dan Praktis)
Oleh: Abdul Manan bin H. Muhammad S
Sekilas Tentang Shalat Tahajud
Posted By:
ViralCollection
on May 04, 2013
~Shalat Tahajud~
Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)
Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .
Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )
Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 - Subuh )
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 - Subuh )
Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)
Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )
Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )
Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )
Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.
Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)
Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)
Oleh: Abdul Manan bin H. Muhammad S
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)
Oleh: Abdul Manan bin H. Muhammad S
Thursday, May 2, 2013
Abu Bakar Ash-Shiddiq RA
Posted By:
ViralCollection
on May 02, 2013
Abu Bakar As-Sidiq adalah orang yang paling awal memeluk agama Islam (assabiqunal awwalun), sahabat Rasullullah Saw., dan juga khalifah pertama yang dibaiat (ditunjuk) oleh umat Islam. Beliau lahir bersamaan dengan tahun kelahiran Nabi Muhammad Saw. pada 572 Masehi di Mekah, berasal dari keturunan Bani Taim, suku Quraisy. Nama aslinya adalah Abdullah ibni Abi Quhaafah.Berdasarkan beberapa sejarawan Islam, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar serta dipercayai sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi. Berdasarkan keadaan saat itu dimana kepercayaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW lebih banyak menarik minat anak-anak muda, orang miskin, kaum marjinal dan para budak, sulit diterima bahwa Abu Bakar justru termasuk dalam mereka yang memeluk Islam dalam periode awal dan juga berhasil mengajak penduduk mekkah dan kaum Quraish lainnya mengikutinya (memeluk Islam).
Abu Bakar berarti ‘ayah si gadis’, yaitu ayah dari Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. Namanya yang sebenarnya adalah Abdul Ka’bah (artinya ‘hamba Ka’bah’), yang kemudian diubah oleh Rasulullah menjadi Abdullah (artinya ‘hamba Allah’). Sumber lain menyebutkan namanya adalah Abdullah bin Abu Quhafah (Abu Quhafah adalah kunya atau nama panggilan ayahnya). Gelar As-Sidiq (yang dipercaya) diberikan Nabi Muhammad SAW sehingga ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar ash-Shiddiq. Sebagaimana orang-orang yang pertama masuk Islam, cobaan yang diderita Abu Bakar As-Sidiq cukup banyak. Namun ia senantiasa tetap setia menemani Nabi dan bersama beliau menjadi satu-satunya teman hijrah ke Madinah pada 622 Masehi.
Menjelang wafatnya Rasullullah, Abu Bakar ditunjuk sebagai imam shalat menggantikannya. Hal ini diindikasikan bahwa Abu Bakar kelak akan menggantikan posisi Nabi memimpin umat. Setelah wafatnya Rasullullah, maka melalui musyawarah antara kaum Muhajirin dan Anshar memilih Abu Bakar sebagai khalifah pertama, memulai era Khulafaur Rasyidin. Meski ditentang oleh sebagian muslim Syiah karena menurut mereka Nabi pernah memilih Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya, namun Ali bin Abi Thalib menyatakan setia dan mendukung Abu Bakar sebagai khalifah.
Segera setelah menjadi khalifah, urusan Abu Bakar banyak disibukkan oleh pemadaman pemberontakan dan pelurusan akidah masyarakat yang melenceng setelah meninggalnya Nabi. Beliau memerangi Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad Saw, dan juga memungut zakat kepada suku-suku yang tidak mau membayarnya setelah meninggalnya Nabi Muhammad Saw. Mereka beranggapan bahwa zakat adalah suatu bentuk upeti terhadap Rasullullah. Setelah usainya pemberontakan dan berbagai masalah internal, beliau melanjutkan misi Nabi Muhammad menyiarkan syiar Islam ke seluruh dunia. Abu Bakar mengutus orang-orang kepercayaannya ke Bizantium dan Sassanid sebagai misi menyebarkan agama Islam. Khalid bin Walid juga sukses menaklukkan Irak dan Suriah dengan mudah.
Beliau menjadi khalifah dalam jangka waktu 2 tahun. Abu Bakar meninggal pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah. Beliau dimakamkan di samping makam Rasullullah Saw. Selanjutnya posisi khalifah digantikan oleh Umar bin Khatab.
Sumber : Kolom Biografi
Habib Hud bin Muhammad Bagir Al-Attas
Posted By:
ViralCollection
on May 02, 2013
Habib Hud, namanya memang singkat tapi langkahnya cukup panjang. Di banyak tempat, dalam dan luar kota, sosok habib bersahaja ini kerap telihat tengah memimpin jalannya situs-situs keagamaan.
Seperti saat Ramadhan, yang sebentar lagi akan tiba, di setiap kesempatan acara khatam Al Quran dalam shalat tarawih, ia selalu diminta menjadi imam, di depan barisan makmum yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Pada semua aktifitas kemasyarakatan dan keagamaan lainnya, dari mulai khutbah nikah hingga urusan menalqinkan mayyit, sosok habib hud menjadi figur yang sangat dinantikan kehadirannya. Bukan hanya dijakarta, tapi dihampir disetiap kota. Bahkan di sejumlah tempat diluar negeri. Meski selalu berpenampilan sederhana dimanapun yaitu bersarung, berbaju putih tanpa jubah dan tanpa ada imamah yang terlilit di kopiah putih yang melekat di kepalanya, memimpin jalannya pembacaan tahlil atau talqin seakan telah menjadi ‘maqam’ khusus yang telah dipercayakan dipundaknya.
Apa yang dijalaninya itu memang seakan menjadi kelanjutan dari kebiasaan yang dulu dipercayakan kepada ayahnya, Habib Bagir. Dulu, Habib Bagir pun selalu diminta kesediaannya untuk memimpin pembacaan tahlil diberbagai majelis. Begitu pun kakeknya, Habib Abdullah bin Salim, yang bahkan secara khusus memiliki susunan doa wahbah (hadiah untuk mayyit).
Isyarat tentang itu juga pernah disampaikan oleh salah seorang gurunya di kota Makkah, Habib Yahya bin Ahmad Alaydrus. Saat ayah Habib Yahya, yakni Habib Ahmad meninggal dunia, ia memerintahkan Habib Hud membacakan talqin untuk ayah Habib Yahya itu saat dimakamkan di pekuburan Ma’la, Makkah.
Selepas acara penguburan, Habib Ahmad mengatakan, “Nanti kamu di Indonesia jadi orang yang biasa menalqinkan mayyit dan menikahkan pengantin”. Selain dalam hal pembacaan tahlil, talqin, khutbah nikah dan imam shalat Tarawih, ia juga memasyarakatkan pembacaan kitab Maulid Al-Azab sebagai salah satu bacaan kisah Maulid, di samping sejumlah kitab maulid lainnya. Salah satu kiatnya untuk tetap dipopulerkannya, ia bahkan sempat mengeluarkan album kaset Maulid Al-Azab.
Panggilan Dakwah
Semasa kecil habib kelahiran Kebon Nanas, Jakarta Timur, 20 Maret 1959, ini belajar agama kepada kakeknya, Habib Abdullah bin Salim Al Attas. Sang kakek yang kelahiran Hadhramaut, memang masih terhitung salah satu ulama besar di zaman Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang.
Di masa remaja ia kemudian disekolahkan oleh ayahnya, Habib Bagir, ke sekolah katolik. “Ayah ingin saya belajar ilmu pengetahuan umum, tapi kakek menginginkan saya belajar ilmu agama. Maka saya pun belajar di dua sekolah . Sekolah katolik, SD Strada, di polonia, dan madrasah Ruhul Ulum, di Gg. Pedati, Otista masih dekat rumah saya” tuturnya.
Guru yang mengajarinya di masa itu antara lain Habib Muhsin bin Jindan, K.H. Damanhuri, K.H. Abdullah Ma’in, K.H. Thoyyib ‘Izzi, dan Ustadz Hadi Jawas. Selepas menempuh pendidikan dasar, Habib Hud melanjutkan ke SMP Antonius, sekolah menengah pertama teladan di Jakarta. Siswa yang masuk sekolah tersebut adalah yang mendapat ranking besar disekolah dasar. Habib Bagir, ayahnya, memang seorang ulama yang berpikiran modern. Sang ayah berharap, kelak Habib Hud bias menjadi seorang insinyur. Untuk mewujudkan cita-cita itu, Habib Hud kemudian disekolahkan ke STM Pelita jurusan listrik di kenari, Jakarta Pusat. Selepas menamatkan sekolah menengah, ia sempat kuliah di Institut Sains Teknologi Nasional (ISTN) di Cikini selama dua tahun.Namun, panggilan dakwah dan kecintaan terhadap ilmu agama tampaknya sudah tak terbendung lagi. Habib Hud kemudian memutuskan berhenti kuliah dan mencari beasiswa untuk bisa berangkat ke luar negeri. Dengan beasiswa pemerintah Arab Saudi, ia bisa berangkat ke Makkah, melanjutkan studi di Fakultas Sastra Universitas Ummul Qura. “Tapi saya tidak betah, karena sepertinya mereka memaksakan paham wahabi. Karena itu , sejak 1980 saya memutuskan menjadi santri bebas,” tuturnya.
Selama dua tahun pertama, Habib Hud mengaji kepada beberapa ulama, seperti Sayyid Alwi Al-Maliki Al-Hasani, Sayyid Ismail Al-Yamani, dan Habib Hasan bin Ahmad Fad’aq. Sekalipun hanya dua tahun, Habib Hud sangat beruntung, sebab ia bisa menghadiri khataman kitab-kitab langka pada majelis-majelis yang digelar ulama-ulama besar di zamannya. Ia bisa hadir pada acara-acara khataman kitab Shahih Al-Bukhari dan kitab Shahih Muslim serta ummahatus sittah (kitab pokok hadist yang berjumlah enam) lainnya, juga beberapa kitab hadist lainnya, seperti Musnad Syafii, Musnad ibn Hanbal, Al Muwaththa’ karya Imam Malik, An-Naawadirul Ushul karya Imam Hakim At-Turmuzdi, Al-Ma’ajim Ats-Tsalatsah karya Abul Qasim At-Thabarani.
Selain itu ia pindah ke madinah dan mengaji kepada Habib Zein bin Smith dan Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri, saat ulama Tarim ini sedang menetap di Madinah, serta beberapa ulama lainnya, juga selama sekitar dua tahun. Kemudian beliau pindah lagi ke Jeddah untuk bekerja. Sembari bekerja ia mengaji setiap ba’da shalat shubuh ke beberapa ulama Jeddah, seperti Habib Ahmad Masyhur Al-Haddad, Habib Alwi Cherid, dan Habib Yahya bin Ahmad Alaydrus. Ia belajar kepada Habib Yahya bin Ahmad Alaydrus selama tujuh tahun. “Beliaulah yang mendidik saya hingga seperti sekarang ini,” katanya.
Sumber : Majalah Alkisah No.15 Agustus 2009
Perilaku Terpuji : Tawadhu atau Rendah Hati
Posted By:
ViralCollection
on May 02, 2013
Menurut bahasa, tawadhu' artinya rendah hati. Secara istilah tawadhu' adalah sikap merendahkan hati, baik di hadapan Allah SWT maupun sesama manusia. Manusia yang sadar akan hakikat kejadian dirinya tidak akan pernah mempumyai alasan untuk merasa lebih baik antara yang satu dan yang lainnya.
Sebagaimana firman Allah di dalam Al-qur'an surat Al-Furqon:63,
"Dan hamba-hamba Tuhan yang maha penyayang itu (adalah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa, mereka mengucapkan kata-kata yang baik."
Makna kandungan ayat di atas, Allah memerintahkan umatnya untuk merendahkan hati terhadap sesama dengan cara mengucapkan kata-kata yang cik dan lemah lembut.
Rosulullah Saw juga menjelaskan bahwa orang yang tawadhu' akan diangkat derajatnya oleh Allah swt. Sabda Rosulullah yang artinya :
"Sesungguhnya Rosulullah saw bersabda, barang siapa yang merendahkan diri dihadapan Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya pada tempat yang tinggi. Dan barang siapa yang takabur kepada Allah, maka Allah akan menghinakannya sampai ke tempat serendah-rendahnya." (HR. Ahmad)
Contoh perilaku Tawadhu'
a. Meskipun ia termasuk orang yang jawa tetapi ia mau berbahur dengan oran miskin.
b. Seorang pimpinan yang bersikap santun kepada bawahannya
c. Seorang murid masih mau menghormati guru yang pernah mengajarkan di TK, meskipun
murid tersebut sudah duduk di bangku kuliah, dsb.
Membiasakan perilaku Tawadhu
Biasakanlah berperilaku tawadhu dengan memakai rumus 3 M :
Sebagaimana firman Allah di dalam Al-qur'an surat Al-Furqon:63,
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامً
yang artinya: "Dan hamba-hamba Tuhan yang maha penyayang itu (adalah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa, mereka mengucapkan kata-kata yang baik."
Makna kandungan ayat di atas, Allah memerintahkan umatnya untuk merendahkan hati terhadap sesama dengan cara mengucapkan kata-kata yang cik dan lemah lembut.
Rosulullah Saw juga menjelaskan bahwa orang yang tawadhu' akan diangkat derajatnya oleh Allah swt. Sabda Rosulullah yang artinya :
"Sesungguhnya Rosulullah saw bersabda, barang siapa yang merendahkan diri dihadapan Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya pada tempat yang tinggi. Dan barang siapa yang takabur kepada Allah, maka Allah akan menghinakannya sampai ke tempat serendah-rendahnya." (HR. Ahmad)
Contoh perilaku Tawadhu'
a. Meskipun ia termasuk orang yang jawa tetapi ia mau berbahur dengan oran miskin.
b. Seorang pimpinan yang bersikap santun kepada bawahannya
c. Seorang murid masih mau menghormati guru yang pernah mengajarkan di TK, meskipun
murid tersebut sudah duduk di bangku kuliah, dsb.
Membiasakan perilaku Tawadhu
Biasakanlah berperilaku tawadhu dengan memakai rumus 3 M :
- Mulai dari diri sendiri
- Mulai dari yang paling mudah
- Mulai dari SEKARANG!!
Subscribe to:
Posts (Atom)




